Kuliner

Coba Deh Dodol Bengkel Perbaungan

Di sepenggal ruas Jalan Lintas Sumatera Utara, tepatnya di sebuah desa bernama Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Deli Serdang, para pengguna jalan akan menemukan puluhan warung yang menawarkan dagangan seragam. Dagangan itu adalah penganan yang dikenal dengan nama Dodol. Penganan yang umumnya terbuat dari tepung ketan dan santan kelapa serta gula itu, sebenarnya banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Rasanya manis dan gurih.

Dijual dengan harga mulai 7.500 rupiah per kilogram hingga 15 ribu rupiah per kilogramnya, dodol buatan Desa Bengkel Deli Serdang ini, rasanya berbeda dengan dodol asal kota lain. Dodol Bengkel, sangat terkenal di kalangan masyarakat Medan termasuk masyarakat Jakarta yang sering bepergian ke Medan, karena rasanya yang pas antara rasa gurih, manis dan asinnya. Selain itu masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan rasa gurih dan manis, akan bisa membedakan kandungan gula aren dan santan kelapanya dibanding dengan Dodol Garut misalnya. Selain dikenal karena rasa manis dan gurihnya yang pas, Dodol Bengkel juga dikenal karena kekenyalan dan kelembutan bahannya.

Bahan yang digunakan hanya bahan-bahan yang terdapat di Deli Serdang dan sekitarnya, tak ada bahan tambahan atau bahan pengawet apapun. Meski tanpa bahan tambahan dan bahan pengawet, Dodol Bengkel bisa bertahan kenyal sampai sebulan, tanpa terkena jamur. Namun yang paling unik, dari Dodol Bengkel ini adalah komposisi bahannya yang sangat sederhana. Bila dodol dari kota lain menggunakan banyak macam bahan seperti campuran tepung beras, ketan dan terigu, atau tambahan mentega dan gula tebu, Dodol dari Desa Bengkel ini, hanya menggunakan tiga bahan dasar, yaitu tepung ketan, santan kelapa, dan gula aren. Sementara untuk aromanya, yang paling populer adalah durian, yang biasa diambil dari Tebing Tinggi, yang dikenal karena aroma duriannya yang tajam dan wangi.

Membuat dodol dengan resep dari Desa Bengkel, juga amatlah sederhana. Pembuatan dimulai dengan pemanasan santan hingga kental. Tahap berikutnya adalah memasukkan tepung ketan dan yang terakhir memasukkan gula aren yang telah dicairkan, ke dalam adonan. Tahap ini adalah tahap yang paling penting, karena pengadukan seluruh bahan dalam adonan itu akan menentukan kekenyalan dan keawetan dodol dari Desa Bengkel ini. Bila adonan sudah tidak lengket lagi, pemanasan dianggap cukup, dan dilanjutkan dengan pemberian aroma, sesuai pesanan dan kegemaran konsumennya. Dodol Bengkel aroma durian sangat digemari, pembelinya kebanyakan berasal dari Medan dan Jakarta. Dari seluruh pembuat dodol di Bengkel, dalam satu hari bisa dijual tak kurang tiga ratus kilogram dodol dengan aroma durian.
Pada musim menjelang lebaran, bahkan bisa mencapai setengah ton dodol beraroma durian.
Dodol Bengkel sebenarnya adalah industri rumah tangga yang baru dikenal oleh masyarakat Desa Bengkel sejak duapuluh tahun yang lalu. Saat itu hanya beberapa gelintir orang yang berupaya mengolah durian yang melimpah di sekitar Deli Serdang dan Tebing Tinggi. Namun usaha beberapa gelintir orang Desa Bengkel itu, kini diikuti oleh pembuat dodol berjumlah sekitar 90 keluarga. Lokasi yang sangat strategis, yaitu di pinggir Jalan Lintas Sumatera Utara yang sangat ramai, dan murahnya harga dodol, membuat industri rumahan ini menjadi salah satu andalan penghidupan masyarakat Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kewiraswastaan masyarakat Desa Bengkel, patut diacungi jempol, apalagi banyak diantara mereka yang sudah mampu membangun rumah lebih bagus, serta menyekolahkan anak-anaknya sampai tamat. Namun demikian, usaha sederhana itu, tidak seharusnya menggunakan teknologi sederhana untuk mengembangkannya. Perbaikan mutu dan kebersihan dodol hasil dari desa yang semula dikenal karena bengkelnya di pinggir jalan itu, niscaya bisa membuka kesempatan pasar yang lebih luas lagi.

 

Related Post

Share:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *