Danau TobaWisata

Aek Sipitu Dai, Eksotika Sumur Tujuh Rasa

Danau Toba, mendengar namanya mungkin sudah tidak asing lagi dimata wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebab danau ini merupakan danau vulkanik yang sudah sangat populer di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Bagaimana tidak ? Danau yang terletak di Sumatera Utara ini memiliki eksotika yang sangat indah mulai dari panorama alam hingga tradisi khas Batak Toba yang masih dilestarikan dari generasi ke generasi hingga kini.

Sehingga tak heran, Danau Toba kini telah menjadi destinasi pariwisata Internasional yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari Indonesia maupun dari berbagai belahan dunia. Seiring dengan promosi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kini Danau Toba pun juga telah menjadi icon pariwisata Indonesia dan setiap tahunnya selalu dipadati oleh wisatawan, terutama pada saat moment Pesta Danau Toba yang kini diadakan setiap tahun.
Berbicara tentang pesona Danau Toba, tak lengkap rasanya apabila kita berbicara tentang berbagai objek wisata alam yang populer di sekitar Danau Toba seperti gunung, pulau, pantai, perbukitan hingga berbagai jenis wisata budaya seperti desa-desa di sekitar Danau Toba, tradisi masyarakat Batak di Danau Toba hingga kerajinan tangan yang dihasilkan oleh penduduk desa.

Aek Sipitu Dai

Objek-objek wisata ini dapat Anda kunjungi apabila Anda berwisata ke Danau Toba, karena hampir semua objek wisata ini telah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Objek wisata alam yang cukup populer salah satunya adalah Aek Sipitu Dai atau yang lebih dikenal dengan nama Sumur Pancuran Tujuh Rasa. Mendengar namanya mungkin sudah tak asing lagi dimata para wisatawan lokal maupun mancanegara karena memang sangat populer.
Ya, Aek Sipitu Dai ini merupakan destinasi pariwisata terpopuler di Danau Toba karena keunikannya yang mampu menarik hati para wisatawan. Keunikan yang terdapat di Aek Sipitu Dai adalah di kawasan ini terdapat tujuh sumber mata air yang masing-masing memiliki rasa yang berbeda dari rasa oranye, jeruk nipis hingga rasa yang tidak dapat diketahui, namun dari ketujuh sumber mata air tersebut tidak ada satu pun yang berasa air tawar meskipun Danau Toba merupakan danau air tawar terbesar di Indonesia.

Sumber mata air tersebut telah ada sejak masa Siraja Batak mendiami Pulau Samosir sebagai tempat bermukimnya, bahkan sumber mata air tujuh rasa ini digunakan untuk kegiatan sehari-hari bagi Siraja Batak dan keluarganya, bahkan digunakan juga oleh beberapa generasi setelahnya. Sehingga keberadaan Aek Sipitu Dai ini merupakan bukti dari situs sejarah etnis Batak di Sumatera Utara.
Ketujuh mata air tersebut bermuara ke dalam sebuah wadah seperti bak yang berukuran panjang dan di dalam wadah tersebut rasanya bercampur baur antara satu sama lain sehingga menciptakan satu rasa yang sama. Kemudian, dari wadah tersebut, air kembali mengalir menuju tujuh pancuran berikutnya, namun uniknya tujuh pancuran tersebut juga rasanya berbeda-beda seperti pada tujuh muara yang pertama kalinya. Unik sekali !

Aek Sipitu Dai

Karena keunikannya objek wisata yang satu ini, keberadaan sumber mata air tujuh rasa yang bernama Aek Sipitu Dai telah menggugah rasa penasaran para wisatawan, sehingga banyak dari wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba pasti menyempatkan diri untuk pergi ke Aek Sipitu Dai sekedar untuk melihat keunikannya atau pun merasakan ketujuh rasanya. Namun, keunikan yang tercipta dari Aek Sipitu Dai ini juga tidak terlepas mitos-mitos di Tanah Batak yang masih berlaku hingga kini.
Konon, menurut masyarakat sekitar dan beberapa penjaga Aek Sipitu Dai untuk masuk ke objek wisata ini tidaklah sembarangan, sebab bagi para wisatawan yang ingin mandi ataupun merasakan ketujuh rasa airnya harus berhati bersih dan tidak memiliki hati yang kotor, karena dipastikan bagi yang memiliki hati yang kotor maka ada saja bala yang akan di dapatkan. Ya, bagi wisatawan yang berkunjung ke Aek Sipitu Dai ini diharuskan untuk menghormati kepercayaan dan tradisi masyarakat sekitar yang telah diturunkan dari generasi-generasi sebelumnya.

Image result for Aek Sipitu Dai

Selain itu, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, apabila ada wisatawan yang mengambil ketujuh sumber mata air ini untuk dibawa pulang apalagi dengan jarak yang sangat jauh, namun tidak mendapatkan izin dari para penghuni yang menjaga kawasan ini maka ketujuh air yang dibawa tersebut akan berasa seperti air tawar dan tujuh rasa yang tercipta dari sumber mata airnya pasti hilang.
Karena apabila ada yang ingin mengambil sumber mata air ini, tidaklah sembarangan. Ya, khasiat yang terkandung dalam ketujuh sumber mata air ini memang terkenal sejak dahulu, sehingga tak jarang banyak wisatawan yang membawanya pulang. Selain itu, menurut kepercayaan masyarakat sekitar pun, siapa yang mandi di sumber mata air ini maka penyakit yang di deritanya pun akan hilang, tentunya dengan hati yang bersih pula agar terhindar dari malapetaka.
Ya, hingga kini mitos tentang Aek Sipitu Dai masih tetap melekat pada tradisi dan kebudayaan masyarakat Batak yang bermukim di sekitar Danau Toba. Selain sebagai wisata alam, Aek Sipitu Dai juga bisa dikatakan sebagai situs sejarah etnis Batak yang harus dilestarikan keberadaannya agar tidak hilang seiring dengan berjalannya waktu.
Tak hanya dikenal oleh wisatawan lokal saja, bahkan objek wisata Aek Sipitu Dai ini pun juga telah dikenal oleh wisatawan mancanegara. Sehingga tak jarang, pada bulan-bulan tertentu terlihat beberapa wisatawan mancanegara berlalu lalang di sekitar objek wisata ini.

Image result for Aek Sipitu Dai

Bagaimana, Anda berminat untuk berkunjung ke Aek Sipitu Dai ?
Share:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *