Wisata

Ribuan Porsi dalam Sepekan Nasi Goreng Eks-Pekantan

ENTAH kenapa, sebutan nasi goreng Pekantan terdengar jauh lebih familiar dibanding nama aslinya. Padahal, warung nasi goreng yang awalnya berada di Jalan Pekantan ini punya nama asli yang jauh lebih menarik: Semalam Suntuk. Tak ada kisah apapun di balik nama ini. Semata-mata hanya karena mereka setia menunggu para nocturnal yang ingin bersantap malam hari.

Puluhan tahun menjadi teman setia para nocturnal Kota Medan.
Nasi Goreng Semalam Suntuk, salah satu kuliner malam favorit warga Medan.

Nasi Goreng Semalam Suntuk, salah satu kuliner malam favorit warga Medan.

RIBUAN PORSI SETIAP HARI
Bangku-bangku panjang yang terisi penuh, bunyi penggorengan dan obrolan tak berjeda adalah sambutan yang membuat pembeli takjub. Satu wajan besar nasi goreng yang baru saja selesai dimasak masih tampak berasap. Nasi goreng yang dibuat untuk 120 porsi itu konon bisa habis dalam tempo setengah jam saja.
Saat ditanya berapa porsi yang bisa habis dalam satu malam, Rizky, salah satu kru Semalam Suntuk yang menemani pembeli malam itu menjawab. “Kalau week days biasanya terjual 800-an porsi. Kalau akhir pekan lebih banyak lagi. Bisa laku 1000 sampai 1100 porsi sehari.” Sebuah pencapaian yang wajar mengingat Semalam Suntuk sudah berdiri sejak tahun 1974.
SEMUR DAGING ANDALAN
Sebelum melihat sendiri proses memasak open kitchen di depan, Rizky mempersilahkan pembeli untuk duduk sambil menikmati jus buah segar. Tak lama menunggu, dua piring nasi goreng siap santap tersaji di atas meja. Warna kecokelatan dan telur dadar di tengah piring mungkin tampilan paling khas nasi goreng di mana-mana. Potongan daging semur milik Semalam Suntuk-lah yang membuatnya berbeda.
Bumbu dan semur daging andalan Nasi Goreng Semalam Suntuk

Bumbu dan semur daging andalan Nasi Goreng Semalam Suntuk

“Semur ayam dan semur dagingnya yang bikin beda sama nasi goreng di tempat lain,” komentar Erni, salah satu pelanggan yang sudah bertahun-tahun setia dengan Nasi Goreng Semalam Suntuk.
Memang benar, bumbu nasi goreng menyatu pas dengan kuah semur yang membuat tekstur nasi terasa lebih lembut. Telur dadar dan acar tentu saja tak sekadar syarat karena tanpa dua item ini, si nasi goreng pun tetap terasa kurang lengkap.
“Dagingnya kita buat dua macam. Daging ayam dan daging sapi. Jadi pelanggan bisa pilih,” jelas Rizky. Kalau semur daging dan ayamnya masih kurang, ada sate kerang yang bisa melengkapi supper Anda. Soal rasa satenya, tak usah ditanya. Sama lezat dengan semurnya.
Sepiring Nasi Goreng Semalam Suntuk yang menggugah selera.

Sepiring Nasi Goreng Semalam Suntuk yang menggugah selera.

Puas menyantap nasi goreng, inilah saatnya melihat sendiri proses masaknya. Cabai, bawang merah dan bawang putih tetap menjadi bahan utama yang dihaluskan bersama bumbu lain. “Bumbunya diracik khusus di dapur kami.” Rizky menambahkan kalau resepnya dibawa sang owner dari kampungnya di Bukit Tinggi.
Aroma tumisan bumbu yang menyebar menjadi pertanda nasi siap dimasukkan. Gerakan lincah sang koki jadi pemandangan menarik malam itu. 120 porsi nasi goreng yang dalam setengah jam akan berpindah ke perut para pelanggan itu siap dalam waktu kurang dari satu jam.
Malam bertambah larut, tapi pembeli semakin ramai meski Rizky mengaku banyak yang belum tahu soal kepindahan mereka ke tempat baru ini. “Banyak yang belum tau kalau kita pindah tapi kita udah coba kasih tau lewat akun Instagram, sih.”
Rizky juga menegaskan kalau selain di Jalan Brigjend Katamso, Nasi Goreng Semalam Suntuk hanya punya satu cabang lagi di Jalan Karya Wisata, Medan Johor. “Jangan sampai salah tempat, ya!” tutupnya dengan senyum ramah.
TRIVIA NASI GORENG SEMALAM SUNTUK
  • Since 1974
  • 800-1200 servings a day
  • 16.000 per serving
  • Open at 17.30-03.00
Share:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *